Sabtu, 21 Juni 2008

PHK-I

Jurusan Desain Interior bersama dengan 4 jurusan/prodi lain di lingkungan Universitas Sebelas Maret (Fisika-FMIPA, Peternakan-F.Pert, Teknik Kimia-FT, dan Pendidikan Teknik Mesin-FKIP) telah merampungkan proposal akhir Hibah Kompetisi Institusi 2009 (Tahun Seleksi 2008). Untuk menunjang program yang diusulkan, dilibatkan tiga unit penunjang yaitu (1) Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP), (2) UPT Komputer, (3) UPT Laboratorium MIPA Pusat, sebagai locus program dengan prinsip resources sharing dan subsidiaritas secara efisien dan efektif. Unit-unit ini pula yang akan mengelola investasi guna pengembangan lebih lanjut bagi UNS secara keseluruhan. Kelima prodi dan tiga unit penunjang dipilih sebagai locus objectives pilot project untuk mengukur keefektifan aktivitas yang diusulkan universitas dalam PHK-I. Artinya sasaran-sasaran PHK-I dalam wujud indikator kinerja utama UNS akan diterapkan untuk diukur pertama-tama di kelima prodi dan tiga unit penunjang. Sementara prodi-prodi lain didorong dengan spin-off program yang dilancarkan dengan kebijakan-kebijakan universitas.
Dalam upaya menyelesaikan/memecahkan masalah yang terungkap dalam evaluasi diri UNS sekaligus menguatkan prodi yang memerlukan dorongan pengembangan, dirancang tiga usulan program: (1) Peningkatan efektivitas sistem manajemen mutu akademik, (2) Pengembangan metodologi, lingkungan, dan pengalaman belajar yang lebih kaya berbasi SCL, (3) Peningkatan kualitas dan relevansi penelitian dosen – mahasiswa.
Dengan menjalankan PHK-I diharapkan setiap prodi menjadi pemicu di fakultas masing-masing untuk mengembangkan; standar mutu jasa akademik jurusan/prodi (acceptance criteria), rumusan kompetensi lulusan, dokumen SOP MAE jurusan/prodi, dan pengembangan KBK yang menjadi dasar untuk memperkuat manajemen akademi prodi. Harapannya pemenuhan standar akan meningkatkan efisiensi internal jurusan/prodi ditandai dengan naiknya AEE, naiknya mahasiswa selesai tepat waktu, turunnya rerata lama studi, naiknya FTE staff, naiknya IPK lulusan, meningkatnya keterlibatan dosen untuk meneliti dan mempublikasikan karyanya.

Senin, 26 Mei 2008

Sejenak di Desain Interior

Sabtu 24 Mei Fakultas Sastra dan Seni Rupa mengadakan kegiatan "Sehari Di Fakultas Sastra dan Seni Rupa", kegiatan ini diawali dengan pengenalan secara umum tentang FSSR UNS di Ruang Seminar. Hadir dalam kegiatan tersebut siswa-siswa SMU/SMK se Eks Karisidenan Surakarta. Sejenak siswa-siswa SMU/SMK tersebut juga berkunjung ke Jurusan Desain Interior. Para siswa nampak antusias saat diperkenalkan dengan proses pendidikan yang ada di Jurusan Desain Interior.


Dipandu oleh Andi Setiawan, S.Sn, para siswa tersebut melihat Studio Modul, Studio Tugas Akhir dan Studio Perancangan. Dalam kunjungan tersebut di jelaskan bagaimana ide dan gagasan dapat diaktualisasikan lewat proses kreatif.

Dari acara ini diharapkan masyarakat dapat lebih mengenal Fakultas Sastra dan Seni Rupa pada umumnya dan Desain Interior pada khususnya. Prospek kerja bagi lulusan Desain Interior FSSR bagus, antara lain:
  • Interior designer for house, office, hospital, hotel, mall,
  • Architecture and interior design consultant
  • Product designer
  • Furniture designer
  • Contractor
  • Kitchen & pantry specialist
  • Bathroom specialist
  • Bedroom specialist
  • Moving interior (vehicle) specialist
  • Exhibition designer
  • Dan lain-lain

Diskusi rutin jurusan ke-5 (Visual Culture II)

Jurusan Desain Interior kembali menggelar kegiatan rutin bulanan diskusi desain. Diskusi diadakan pada hari Sabtu, 24 Mei 2008 bertempat di Galeri Seni Rupa FSSR UNS. Kali ini diskusi menghadirkan Setiawan, S.Sn, staf pengajar Jurusan Kriya Seni (Desain Tekstil) FSSR UNS, sebagai pembicara. Diskusi mengambil tema Visual Culture, dengan menyoroti gejala maraknya bahasa rupa yang berkembang di seputar kita.


Manusia cenderung memvisualkan sesuatu/segalanya, yang terjadi adalah muncul gejala visualitas di sekitar kita. Kecenderungan visualizing semakin lama semakin besar dan canggih, mendorong munculnya Visual Culture Studies, hal ini menghadapkan 2 konsep problematic (Culture Vs Visual). Bagaimana realitas ruang dan waktu...? Hal tersebut jadi materi yang hangat untuk didiskusikan.


Antusias mahasiswa dalam diskusi tersebut cukup baik. Rencana kedepan diskusi akan kembali digelar dengan menghadirkan pembicara dan tema yang berbeda.